Laman

Cari Blog Ini

Sabtu, 18 Desember 2010

Pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah membantah

GUNUNGSUGIH (Lampost): Pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah membantah adanya pungutan terhadap guru yang lulus sertifikasi di sejumlah sekolah. Laporan pungutan itu hanya dilakukan orang yang akan merusak nama baik lembaga itu.
Bantahan itu disampikan Nawawi, anggota tim yang ikut dalam inspeksi terhadap guru yang lulus sertifikasi. Menurut dia, inspeksi dilakukan secara menyeluruh di 28 kecamatan di Lampung Tengah, menyusul telah dibentuknya tim inspeksi oleh Inspektorat.
Untuk mengoptimalkan kinerja Tim, kata Nawawi, seluruh kepala bidang yang ada di Kantor Inspektorat diterjunkan. "Tujuannya untuk melakukan pengecekan keabsahan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan lulus sertifikasi. Di antaranya ijazah, surat kerja, dan jam mengajar dari kepala sekolah, daftar hadir, dan portofolio," kata Nawawi.
Untuk melakukan pemeriksaan persyaratan itu, menurut Nawawi, Tim Inspeksi tidak langsung terjun ke sekolah-sekolah yang ada. Tetapi dilakukan pemeriksaan di tempat yang sudah ditentukan Kepala Cabang Dinas Pedidikan (KCD ).
"Jadi, jika ada guru yang mengaku dipungut sejumlah uang oleh oknum Inspketorat untuk meloloskan berkas persyaratan kelulusan sertifikasi, itu tidak benar," kata dia.
Sejauh ini, kata Nawawi, dari ratusan guru yang diperiksa dokumennya, tidak ditemukan adanya dokumen palsu. Dengan mencuatnya isu pungutan sejumlah uang kepada guru yang lulus sertifikasi, kata dia, merupakan fitnah belaka. "Karena itu hanya merusak nama baik Inspektorat," kata dia.
Namun, pada saat pertemuan dan disajikan makanan, termasuk makan siang untuk Tim, Nawawi tidak menampik hal itu. Karena, masih dalam batas kewajaran dan tim tidak pernah memintanya.
Sebelumnya diberitakan ratusan guru yang lulus sertifikasi resah dengan adanya Tim dari Inspektorat yang meminta sejumlah uang antara Rp250 ribu—Rp300 ribu.
Menanggapi hal itu, Bupati Lampung Tengah A. Pairin akan melakukan cek di lapangan untuk melihat kebenaran dari isu itu. Jika memang benar ada pemungutan sejumlah uang, pihaknya akan mengambil tindakan. (LUT/D-3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar