NTT Online - Sudah 10 bulan terakhir, 4.000 guru di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, belum menerima uang lauk-pauk atau ULP senilai Rp 10.000 per orang per bulan. Para guru mengancam mogok massal Rabu (15/10) serta tidak menyelenggarakan ujian semester, Desember mendatang. Ketua Forum Solidaritas Guru Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Benediktus Mau yang dihubungi per telepon di Kefamenanu (ibu kota Kabupaten TTU), Senin, menyatakan, meski hanya Rp 10.000 per bulan, uang itu sangat berarti untuk meringankan beban hidup guru.Menurut Wakil Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, keterlambatan itu disebabkan pihak Dinas Pendidikan TTU tidak memasukkan tunjangan lauk-pauk dalam APBD 2008 dan anggaran belanja tambahan 2008. Saat ini Pemkab TTU mengusahakan agar ULP segera dibayarkan.Menurut sejumlah guru, sejak April 2008, mereka sudah empat kali melakukan demo menuntut ULP. Namun, pemkab hanya minta para guru bersabar.ULP bagi guru di kabupaten lain, seperti Belu, Alor, dan Flores Timur, sudah dibagikan September 2008 oleh pemkab setempat. Di TTU, verifikasi data para guru sudah dilakukan Dinas Pendidikan sejak April 2008, tetapi sampai kini belum ada realisasi.Guru dari SD sampai SMA akan mogok massal, Rabu. Jika pemkab tidak menanggapi, mogok massal dilanjutkan sampai ujian semester Desember 2008. Kami akan melihat reaksi pemkab, apakah mereka masih beri janji atau langsung merealisasikan permintaan guru, kata Benediktus Mau.Timotius Amaunut, guru SMP di Kefamenanu, mengatakan, pengabdian guru jauh lebih besar dibandingkan tunjangan ULP. Saya kerja dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00 Wita, disambung dari pukul 16.00-18.00 Wita untuk mengawasi siswa belajar sore hari di sekolah, atanya.
Menurut dia, gaji Rp 1,5 juta per bulan tidak mencukupi untuk menghidupi tiga orang putra dan seorang istri. Karena itu, ia menanam singkong dan sayur di halaman. Kompas
Sumber NTT online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar